Kekerasan dalam relasi tidak selalu meninggalkan bekas fisik. Pada banyak kasus, kekerasan itu menjelma berupa tekanan, kontrol, manipulasi, yang umumnya tidak dikenali. Ia dibalut oleh narasi cinta, kecemburuan yang dianggap wajar, atau rasa sayang yang diwujudkan dengan cara yang menyakiti. Kekerasan dalam hubungan juga seringkali dianggap sebagai masalah privat yang tabu untuk dibicarakan. Rendahnya literasi mengenai relasi sehat, consent, dan batasan dalam hubungan, serta tingginya stigma terhadap pencarian bantuan psikologis, menjadi hambatan utama dalam upaya pencegahan dan penanganan.
Program Abuse is Not Love (AINL) bersama YSL Beauty Indonesia hadir untuk mengisi kekosongan narasi pencegahan terjadinya kekerasan non fisik. Bukan sekadar kampanye kesadaran, AINL, merupakan sebuah gerakan edukasi yang menggunakan kekuatan jaringan brand internasional, YSL Beauty, dengan komunitas yang dimilikinya. Yayasan PULIH hadir memangku program untuk menjangkau banyak orang secara mendalam.
Program AINL memiliki tujuan meningkatkan kesadaran pengetahuan, dan keberanian generasi muda serta komunitas untuk mengenali, mencegah, dan merespons kekerasan dalam relasi melalui kombinasi kampanye publik, edukasi berbasis kampus dan komunitas, serta penyediaan akses layanan psikologis.
Program AINL memiliki tiga jalur intervensi yang berjalan secara simultan yang saling memperkuat, yaitu:
- Roadshow edukasi ke kampus dan komunitas;
- Layanan konseling psikologis gratis untuk individu yang membutuhkan;
- Penguatan modul program sebagai fondasi konten sosialisasi yang adaptif.
Semua intervensi tersebut dirancang untuk menjangkau audiens yang berbeda, tetapi semuanya bermuara pada satu tujuan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa kekerasan dalam relasi merupakan persoalan sosial, bukan privat.


