MENTAL HEALTH AND PSYCHOSOCIAL SUPPORT- SOCIAL JUSTICE LEADERS (MHPSS-SJL)

Banyak di antara manusia dewasa, menanggung beban yang tidak terlihat. Terlebih orang-orang yang membaktikan hidupnya untuk kebermanfaatan masyarakat dan lingkungan seperti penggerak komunitas, aktivis, paralegal, pendamping korban. Beban tersebut antara lain tekanan emosional yang berlapis, kelelahan yang terus menggerus energi, dan risiko keamanan yang nyata.

Ironisnya, masih terdapat stigma melekat bagi orang yang mencari bantuan psikologis, bahkan di dunia gerakan sosial itu sendiri. Meminta bantuan psikologis masih dianggap tanda kelemahan, bukan tanda kesadaran diri. Di sisi lain, masih terdapat tantangan signifikan dalam penanganan kesehatan mental. Layanan kesehatan mental yang ada di Indonesia yang masih belum memadai, juga belum menjawab kebutuhan spesifik kelompok yang aktif di gerakan sosial. Layanan yang ada seringkali tidak peka terhadap konteks kerja hak asasi manusia, belum memahami dinamika tekanan yang dihadapi pembela hak, di samping secara geografis dan finansial tidak dapat dijangkau.

Program Mental Health and Psychosocial Support Social Justice Leaders (MHPSS-SJL) atau Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS) bagi Pegiat Keadilan Sosial hadir untuk menjawab tantangan itu. Program ini memiliki tujuan memperkuat kesejahteraan psikologis dan ketahanan personal dari social justice leaders. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Yayasan PULIH berbagai organisasi mitra mengembangkan layanan psikososial sekaligus mendorong integrasi dukungan kesehatan mental di tingkat organisasi dan komunitas.

Implementasi Program

Program MHPSS/DKJPS -SJL dilaksanakan melalui dua jalur intervensi yang dijalankan secara bersamaan, yaitu layanan konseling individual yang bersifat langsung dan responsif, serta pengembangan modul Care for Caregivers (C4C) sebagai instrumen penguatan kapasitas di tingkat organisasi. Keduanya dirancang untuk saling menopang, layanan individual menjawab kebutuhan segera, sementara modul C4C membangun sistem yang keberlanjutannya tidak bergantung pada satu program saja.

Jalur Intervensi 1: Layanan Konseling Individual

Tulang punggung intervensi dalam program ini merupakan konseling individual. Layanan ini memiliki nilai-nilai sebagai berikut:

  • Aman dan rahasia, untuk menjaga kepercayaan dari individu atau komunitas yang menghadapi risiko tinggi.
  • Fleksibel, melalui layanan daring dan tatap muka sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keamanan dari klien.
  • Kontekstual, dengan psikolog yang memberikan layanan memiliki pemahaman tentang kerja-kerja HAM dan dinamika tekanan yang dihadapi oleh social justice leaders.
  • Responsif: jadwal konseling dapat disesuaikan dengan ritme dan beban kerja  penerima manfaat yang dinamis.

Jalur Intervensi 2: Pengembangan Modul Care for Caregivers (C4C)

Selain layanan individual, program mengembangkan modul C4C digunakan sebagai kerangka dukungan yang berkelanjutan bagi caregiver dan aktivis gerakan sosial. Modul ini dirancang bukan hanya untuk materi pelatihan tetapi juga dapat sebagai:

  • Panduan refleksi untuk merawat diri (self care) dan dukungan sebaya (peer support);
  • Instrumen penguatan kapasitas individu dan tingkat organisasi;
  • Aset pengetahuan yang dapat digunakan berkelanjutan dan direplikasi oleh organisasi mitra. 

Capaian Program dan Jangkauan Penerima Manfaat

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Program MHPSS-SJL mencatat capaian berikut dalam dua jalur intervensi utamanya

Angka pendaftar layanan psikologis yang cukup tinggi (157 orang) mencerminkan kebutuhan yang nyata dalam MHPSS/DKJPS di kalangan pegiat sosial dan aktivis. Tingkat konversi ke sesi aktif (52%) memberikan gambaran tantangan struktural yang penting untuk diantisipasi dalam desain program ke depan: beban kerja penerima manfaat  yang tinggi, dinamika keamanan yang terus berubah dan keterbatasan waktu. Meskipun demikian, 82 klien berhasil menjalani sesi konseling yang merupakan capaian signifikan mengingat konteks sasaran penerima manfaat yang rentan dan penuh risiko.

Dampak yang Diharapkan

Program MHPSS-SJL berkontribusi atas penguatan kesejahteraan psikologis dan resiliensi personal para pegiat dan aktivis sosial yang bekerja dalam tekanan tinggi, risiko keamanan dan membawa beban emosional yang berkepanjangan. Melalui layanan konseling individual dan pengembangan kerangka C4C, program memperkuat kapasitas SJL untuk mengenali, mengelola dan merespons tekanan psikologis secara lebih sehat dan berkelanjutan.

Pembelajaran Strategis Program

  1. Layanan MHPSS/DKJPS paling efektif saat dipadukan dengan pendekatan reflektif dan dukungan sebaya, sehingga tidak sekadar sesi terapeutik yang bersifat satu arah.
  2. Fleksibilitas penjadwalan dan pendekatan berbasis kebutuhan klien sangat krusial untuk kelompok sasaran yang memiliki risiko keamanan dan mobilitas yang tinggi.
  3. Penguatan kapasitas organisasi (bukan hanya individu)  menjadi kunci keberlanjutan program. Modul C4C menjadi bukti pergeseran paradigma ini.
  4. Stigma tentang kesehatan mental masih menjadi hambatan bahkan di komunitas gerakan sosial dan aktivisme, normalisasi perlu dibangun secara sistematis dan konsisten.
  5. Konteks kerja HAM memerlukan pendekatan MHPSS/DKJPS yang spesifik, psikolog yang mempunyai perspektif HAM lebih efektif dalam membangun hubungan dengan SJL.

Cerita Perubahan

Kisah-kisah perubahan dari Program MHPSS/DKJPS-SJL mencerminkan apa yang tujuan program ini perjuangkan sejak awal.

“Saya terbiasa mengurus orang lain dan lupa pada diri sendiri. Lewat konseling, saya sadar bahwa menjaga kesehatan mental bukan kelemahan, tetapi kebutuhan agar saya bisa terus bekerja mendampingi komunitas,”

Social Justice Leader, Peserta Layanan MHPSS/DKJPS-SJL