MENTAL HEALTH AND PSYCHOSOCIAL SUPPORT ( MHPSS/DKJPS- HEART- PSG)

Isu kesehatan mental anak dan remaja di Indonesia merupakan tantangan yang semakin nyata dan memerlukan perhatian lintas sektor. Berdasarkan Survei Kesehatan Mental Remaja Indonesia (I-NAMHS), satu dari tiga remaja (34,9%) mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir, merepresentasikan sekitar 15,5 juta remaja Indonesia. Namun hanya 2,6% dari mereka yang mengakses layanan dukungan atau konseling. Sementara itu survei yang sama menunjukkan bahwa, 38,2% pengasuh utama mengidentifikasi staf sekolah sebagai penyedia layanan kesehatan mental yang paling banyak diakses, menggarisbawahi peran strategis guru dalam ekosistem dukungan psikososial anak.

Perbedaan gender turut mempengaruhi jenis tantangan yang dihadapi.  Anak perempuan lebih rentan terhadap kecemasan dan depresi, sementara anak laki-laki sering menghadapi hiperaktivitas dan kesulitan konsentrasi.  Di sisi lain, norma patriarki yang membatasi ekspresi emosional laki-laki menjadi hambatan tambahan dalam pencarian bantuan.  Terlepas dari perbedaan tersebut, seluruh anak memerlukan dukungan kesehatan mental yang memadai dan berkelanjutan.

Save the Children, melalui program Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial (DKJPS), telah menyediakan layanan MHPSS/DKJPS untuk anak-anak di Jakarta dan Bandung sejak tahun 2021 sampai tahun 2024, lalu berlanjut di tahun 2025 empat tahun terakhir. Program ini dilaksanakan oleh Yayasan PULIH bersama Save the Children, dan menjangkau sekolah-sekolah di Kota Bandung yang telah menerapkan Healing and Education through the Arts (HEART) selama tiga tahun serta Kabupaten Cianjur sebagai wilayah ekspansi baru melalui pendekatan Peer Support Group (PSG) bagi guru.

Pada periode Juli – Desember 2025, program MHPSS/DKJPS memasuki fase penguatan dan perluasan dengan dua fokus utama: (1) memperkuat kapasitas fasilitator HEART di Kota Bandung agar sesi berlangsung secara berkelanjutan dan berkualitas, dan (2) memperluas inisiatif PSG bagi guru di Kabupaten Cianjur sebagai respons terhadap kebutuhan dukungan psikososial tenaga pendidik setelah bencana gempa dan konteks kerja yang penuh tekanan.

Program MHPSS/DKJPS periode Juli–Desember 2025 dilaksanakan melalui dua jalur intervensi yang saling melengkapi:

Healing and Education through the Arts (HEART)– untuk Siswa

HEART adalah pendekatan Dukungan Psikososial (PSS) terstruktur berbasis seni yang dirancang untuk mendukung kesejahteraan emosional anak melalui relaksasi, seni bebas, dan ekspresi kreatif. Guru yang terlatih sebagai fasilitator memimpin sesi HEART di kelas secara rutin. Pada periode ini, program ini menjangkau siswa sekolah dasar di Kota Bandung.

Peer Support Group (PSG) – untuk Guru

Peer Support Group (PSG) merupakan kelompok dukungan sebaya bagi guru yang difasilitasi oleh rekan sesama guru terlatih. Sesi PSG memberikan ruang aman bagi guru untuk saling berbagi, mendengarkan, dan mendukung satu sama lain secara emosional. Program ini menjangkau guru SMP di Kabupaten Cianjur dan guru SD di Kota Bandung.