
Bencana tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga perubahan yang tidak terlihat pada kehidupan masyarakat. Rasa kehilangan, kecemasan, dan ketidakpastian menjadi bagian dari keseharian, sementara ruang aman untuk mengekspresikan emosi dan memulihkan diri masih terbatas.
Program Pondok Rangkul yang dilaksanakan oleh Yayasan PULIH bersama PTPN IV hadir untuk merespons kondisi tersebut dengan menciptakan ruang pemulihan psikososial berbasis komunitas. Program ini berupaya membangun kembali rasa aman, memperkuat relasi sosial, serta membantu masyarakat mengelola emosi pasca bencana melalui pendekatan yang partisipatif dan kontekstual.
Program ini dilaksanakan pada periode Januari hingga April 2026, dengan menjangkau berbagai kelompok masyarakat meliputi anak, remaja, dewasa, lansia, serta unsur masyarakat lainnya sebagai bagian dari ekosistem komunitas terdampak.
Implementasi Program
Program Pondok Rangkul dilaksanakan di dua desa terdampak bencana di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yaitu:
- Desa Simarpinggan
- Desa Hapesong


Pembelajaran Strategis Program
Program Pondok Rangkul menghasilkan pembelajaran strategis yang dapat menjadi acuan dalam pengembangan program psikososial pascabencana di masa mendatang. Pembelajaran tersebut di antaranya:
- Untuk pemulihan pascabencana, bantuan fisik saja tidak cukup. Pemulihan harus menyentuh sisi humanis. Respons bencana umumnya berfokus pada logistik dan infrastruktur. Pondok Rangkul membuktikan bahwa pemulihan mental dan emosional sama mendesaknya untuk membantu masyarakat kembali menjalankan kehidupan secara bermakna.
- Ruang aman fisik adalah prasyarat, bukan sekadar aksesori. Ruang aman dapat berwujud apa saja, tempat ibadah, klinik darurat, posko, atau dapur umum. Pemulihan psikososial tidak dapat berjalan tanpa keamanan fisik yang lebih dulu terjamin.
- Pemulihan psikososialĀ memerlukan waktu dan kesinambungan. Program Pondok Rangkul adalah ekosistem pemulihan berkelanjutan. Orangtua, remaja, dan anak-anak membutuhkan ruang dan waktu untuk mengekspresikan perasaan dan membangun ketahanan psikologis. Pendekatan ini memperkuat dukungan antargenerasi dan meningkatkan kohesi sosial di tingkat keluarga dan komunitas
- Pendekatan lintas kelompok usia memperkuat ekosistem komunitas. Program menjangkau anak, remaja, dewasa, pasangan, dan lansia secara bersama, mendukung rekonstruksi jaringan sosial keluarga dan komunitas.
- Konteks lokal dan momen komunal memperkuat penerimaan program. Peresmian program yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ibu menghadirkan lebih dari 200 peserta, membuktikan bahwa mengaitkan program dengan momen bermakna meningkatkan partisipasi.
- Kemitraan multipihakĀ menjadi faktor penting keberhasilan program. Kolaborasi antara Yayasan PULIH dan PTPN IV memastikan pemulihan berjalan sinergis sekaligus membuka peluang replikasi di konteks bencana lain.
- Permainan dan ekspresi kreatif adalah pintu masuk. Psikoedukasi berbasis permainan terbukti membuka ruang ekspresi pada anak-anak pasca-trauma yang sebelumnya tidak dapat dijangkau secara langsung.
